Rabu, 17 September 2008

laporan trainee

Di Departemen Mekanik kami dikenalkan peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses produksi dan kami juga dikenalkan cara pemeliharaannya. Adapun peralatan-peralatan yang dikenalkan kepada kami, yaitu ;

1. Gas Turbine ( Instruktur: Pak Akbar Azis dan Pak Agus Budi Utomo )
Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluidanya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari 3 komponen utama, yaitu; Kompresor, ruang bakar dan turbin.
Prinsip kerja turbin gas, yaitu; udara atmosfir masuk kedalam kompresor yang berfungsi mengisap dan menaikkan tekanan udara, sehingga temparaturnya naik. Kemudian udara yang bertekanan dan bertamperatur tinggi itu masuk ke dalam ruang bakar. Didalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar kedalam arus udara tersebut, sehingga terjadi proses pembakaran. Gas pembakaran yang bertemperatur tinggi itu kemudian masuk ke dalam turbin dimana energinya digunakan untuk memutar roda turbin. Sebanyak ± 60% daya yang dihasilkan turbin digunakan untuk memutar kompresor sendiri dan sisanya baru dapat digunakan untuk memutar bebannya. Jadi, di dalam sistem turbin gas, proses kompresi, pembakaran dan ekspansi terjadi di dalam komponen berlainan. Disamping itu proses pembakaran pada sistem turbin gas berlangsung secara kontinyu pada tekanan konstan, sedang pada motor bakar torak proses pembakarannya terjadi secara priodik.
Untuk penggerak awalnya, turbin gas dibantu dengan motor diesel, motor diesel akan terlepas dari turbin gas apabila kecepatan turbin sudah mencapai 85% dari kecepatan normal turbin.

2. Steam Turbine ( Instruktur: Pak Kisrianto dan Pak Hary )
Steam turbine adalah turbin dengan steam sebagai tenaga penggeraknya. Steam yang digunakan untuk menggerakkan turbin adalah steam kering / superheated. Steam yang masuk ke dalam turbin ini selanjutnya dimanfaatkan tenaganya (enthalpi) untuk memutar turbin. Steam akan keluar dari turbin pada kondisi yang berbeda baik tekanan maupun temparaturnya.
Dilihat dari steam yang dikeluarkan, terdapat beberapa jenis turbin, yaitu sebagai berikut;
a. Back Press Turbine
Back press turbine adalah steam turbine yang keluarannya adalah steam yang bertekanan lebih rendah daripada steam yang masuk tetapi lebih tinggi dari tekanan atmosfir.
b. Condensing Turbine
Condensing Turbine adalah steam turbin yang keluarannya adalah steam yang tekanannya dibawah tekanan atmosfir. Steam dengan tekanan sangat rendah ini selanjutnya dikondensasikan menjadi steam condensate yang kemudian dikirim ke utility untuk dijadikan umpan demineralisasi.
c. Extraction Condensing Turbine
Extraction Condensing Turbine adalah steam turbine yang keluarannya ada dua macam yaitu steam yang tekanannya lebih rendah dari steam yang masuk seperti pada back press turbine dan stem yang bertekanan vakum seperti pada condensing turbine.
d. Extraction admission Condensing Turbine
Extraction admission Condensing Turbine, adalah steam turbine yang mempunyai dua macam steam masuk dan dua macam steam keluar yang secara sederhana dapat digambarkan sebagai gabungan Back press turbine dan Condensing turbine yang tersusun secara sen.

Di tinjau dari sudunya turbin dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut;
a. Turbin aksi (Impulse)
Turbin aksi cara kerjanya, yaitu tenaga untuk menggerakkan sudu-sudu turbin diperoleh dari adanya energi kinetik (kecepatan) yang dihasilkan dari penurunan tekanan steam (Ekspansi Thermal) di nozle. Ekspansi thermal ini menghasilkan kenaikan kecepatan air steam yang selanjutnya menggerakkan sudu-sudu turbin, Setelah melalui sudu-sudu turbin kecepatan alir steam ini akan turun.
b. Turbin reaksi
Pada turbin reaksi penurunan tekanan steam (ekspansi thermal) terjadi di nozzle dan sudu-sudu turbin dimana ekspansi thermal di nozzle akan menghasilkan kenaikan kecepatan alir steam sedang ekspansi thermal di sudu turbin akan menghasilkan gaya reaksi / reacion force yang keduanya akan memutar turbin.

3. Pompa ( Instruktur: Pak Sunaryo dan Pak Mujiono )
Pompa berfungsi untuk menaikkan tekanan, kecepatan dan temparatur serta berfungsi untuk mengangkat zat cair dari tempat rendah ketempat yang lebih tinggi.
Secara garis besar pompa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pompa dinamis dan pompa displacement. Perbedaan antara keduanya terletak pada bagaimana energy yang dimasukkan untuk menggerakkan fluida. Perbedaannya yaitu pompa dinamis adalah pompa dimana energy ditambahkan secara kontinyu untuk meningkatkan kecepatan fluida pada suatu mesin sehingga tekanan pada sisi keluar meningkat sedangkan pompa positive displacement adalah pompa dimana energy dimasukkan secara priodik untuk memberikan efek perbedaan tekanan pada fluida sehingga fluida tersebut dapat mengalir.
Selain dari kedua kategori utama tersebut, jenis-jenis pompa dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan konstruksinya, arah aliran, jumlah tingkatan pompa, dan lain-lain. Tapi yang kita bahas adalah Pompa Dynamis jenis sentrifucal, jenis-jenis pompa sentrifucal yaitu :
a. Klasifikasi menurut jenis impeller, yaitu:
• Pompa peripheral
Pompa ini mempunyai sedemikian rupa hingga aliran zat cair yang keluar dari impeller akan melalui sebuah bidang tegak lurus pompa. Impeller dipasang pada satu ujung poros dan pada ujung yang lain dipasang kopeling untuk meneruskan daya dari penggerak. Poros ditumpu dua bantalan, sebuah packing dipasang pada bagian rumah yang ditembus poros untuk mencegah kebocoran.
• Pompa aliran campur
Secara diagrammatic aliran yang meninggalkan impeller aakan bergerak sepanjang permukaaan kerucut didalam pompa aliran campur ini. Salah satu ujung poros pompa dimana impeller dipasang, ditumpu oleh bantalan dalam. Pada ujung yang lain dipasang kopeling dengan sebuah bantalan luar didekatnya. Bantalan luar terdiri bantalan axial dan radial sedangkan bantalan dalam dipakaii jenis bantalan luncur.
• Pompa aliran axial
Aliran fluida kerja yang meninggalkan impeller akan bergerak sepanjang permukaan silinder keluar.
b. Klasifikasi menurut jumlah tingkat
• Pompa satu tingkat
Pompa ini mempunyai satu impeller dan head total yang ditimbulkan hanya berasal dari satu impeller relative rendah.
• Pompa bertingkat banyak
Pompa ini menggunakan beberapa impeller yang dipasang secara berderet pada satu poros zat cair yang keluar dari impeller pertama dimasukkan ke impeller berikutnya dan seterusnya hingga impeller yang terakhir head total pompa ini merupakan jumlah dari head yang ditimbulkan oleh masing-masing impeller sehingga relative tinggi. Pada umumnya impeller-impeller tersebut dipasang menghadap ke satu arah pada poros namun pemasangan semacam itu akan menimbulkan gaya axial yang besar sehingga dalam banyak hal diperlukan cara-cara tertentu untuk menguranginya.
c. Klasifikasi menurut sisi masuk impeller
• Pompa isap tunggal
Pada pompa ini zat cair masuk dari satu sisi impeller, konstruksinya sangat sederhana sehingga banyak dipakai namun tekanan-tekanan yang bekerja pada masing-masing sisi impeller tidak sama sehingga akan timbul gaya axial kearah sisi isap tapi gaya ini dapat ditahan oleh bantalan axial.
• Pompa isap ganda
Pompa ini memasukkan fluida kerja melalui kedua sisi impeller disini poros yang menggerakkan impeller dipasang menembus kedua sisi rumah dan impeller ditumpu oleh bantalan diluar rumah karena itu poros menjadi lebih panjang dari pada pompa jenis lain.

4. Compressor ( Instruktur: Pak Budi Mintoro dan Pak Sunaryo ).
Kompresor banyak digunakan secara luas dip roses-proses industry dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan tekanan gas yang tujuannya adalah sebagai berikut :
a. Untuk menimbulkan aliran positif dalam proses, artinya dalam proses tersebut gas harus tetap mengalir dengan tekanan yang cukup untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh puipa-pipa proses, vessel-vessel, heat exchanger, valve-valve dan fitting-fitting.
b. Untuk memisahkan campuran hydrocarbon.
c. Untuk menciptakan gas pendingin atau refrigeration.
d. Untuk memenuhi kondisi yang diharapkan dalam proses industry kimia.
Kompressor banyak digunakan di industry-industri dan dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut :
a. Kompresor reciprocating dimana terjadinya tekanan kenaikan gas diakibatkan oleh pengecilan volume.
b. Kompresor sentrifugal adalah jenis kompresor dimana tekanan gas terjadi akibat energi kinetic yang diberikan oleh putaran impeller dirubah menjadi energy tekanan setelah melalui diffuser.
Komponen-komponen utama yang biasa digunakan pada kompresor sentrifugal adalah sebagai berikut :
a. Rotor
Rotor terdiri dari shaft, impeller, balance drum atau balance piston, thrust disc, shaft sleeves, impeller spacer dan coupling dipasang dengan suaian shrink fit ( selisih antara Ø impeller dengan Ø shaft ) pada shaft.
b. Impeller
c. Coupling
Macam-macam dari coupling adalah sebagai berikut :
• Gear coupling
• Diaphragm coupling
• Disc coupling
d. Internal part ( diaphragm, inlet guide )
Fungsi diaohragm adalah sebagai pemisah antara bidang-bidang kompresi sedangkan fungsi dari inlet guide vane adalah mengarahkan gas yang masuk impeller supaya terjadi aliran seragam atau uniform.
e. Bearing
Bearing yang biasa digunakan pada kompresor sentrifugal adalah thrust dan journal bearing.
f. Shaft seal
Shaft seal terletak pada kedua ujung casing dan bermuara ke bearing chamber. Shaft seal terdiri dari bermacam-macam type, yaitu : labyrinth seal, contact seal, oil film seal dan dry gas seal.

5. Dynamic Seal ( Instruktur: Pak Mujiono dan Pak Budi )
Dynamic seal adalah pencegah kebocoran / perapat pada permukaan yang bergerak diantara salah satu atau yang lainnya. Factor yang mempengaruhi adalah :
• Pressure / tekanan
• Temperature
• Friction / gesekan
• Velocity / kecepatan
• Vibration / getaran
• Flexibility / kelenturan
• Facing / permukaan
• Lubrication / pelumasan
• Fluida / media
Beberapa jenis dynamic seal, yaitu :
a. Lip packing seal berguna untuk mencegah kebocoran fluida lewat shaft / poros yang relatif tidak ada tekanan, misalnya sebagai seal pada shaft gear box dan bearing housing. Material lip packing adalah ruber, kombinasi antara ruber dan metal atau ruber, spring dan metal.
a. Mechanical Seal
b. Packing seal
c. Labyrinth seal
e. Seal carbon ring
f. Stuffing box packing
g. Dry gas seal
h. Contact seal
i. Oil film seal
6. Static Seal ( Instruktur: Pak Agus Budiarto )
Dynamic seal adalah pencegah kebocoran / perapat pada permukaan yang tidak bergerak diantara yang satu dengan permukaan lainnya. Factor yang mempengaruhi adalah :

7. Pelumasan ( Instruktur: Pak Agus Budiarto dan Pak Budiarto )
Pelumas berguna untuk
8. Bearing ( Instruktur: Pak Budiarto dan Pak Agus Budiarto )

9. Alignment ( Instruktur: Pak Sriwaskita dan Pak Gamal )

10. Kopeling ( Instruktur: Pak Agus Budiarto

11. Tools ( Instruktur: Pak Sriwaskita dan Pak

Tidak ada komentar: